Saya sering memperhatikan banyak orang yang setiap hari kerjanya hanya promosi, promosi dan promosi.
Misal promosi di WA, broadcast bisa seperti shalat, 5 kali dalam sehari. Hehe
Kalau promosi di facebook, sepanjang hari postingannya tentang jualan.
Hari ini begitu, besok juga, eh besoknya juga.
Semoga itu bukan Anda ya.
Serius, cara jualan bukan begitu.
Nah, tapi ada hikmah dari sini.
Kenapa sih mereka jadi “mengerikan” gitu?
Saya selidiki ternyata jawabannya adalah “mereka seperti itu karena promosi mereka tidak direspon”
Ya, padahal saat jualan, dan promosi kita direspon, kita gak akan timpali lagi dengan broadcast, juga gak sempat posting status yang isinya sama. Betul?
“Lantas agar promosi direspon, gimana caranya?”
Oke, pahami ya.
Pertama, Kuasai Media tempat Anda Jualan.
Fb, WA, Telegram, Line@ itu punya yang namanya
“perilaku pengguna” (user behaviour).
Ada jam-jam khusus dimana mereka biasa online, jam ini disebut “Prime Time”.
Kapan jam prime time itu?
Beda-beda, tapi secara garis besar pagi dan malam.
Jadi kalau mau promosi, promosilah di jam prime time, jangan promosi siang sore ya
Saat promosi via Broadcast, tulislah bentuk penawaran seolah-olah Anda berbicara ke 1 orang.
Saat promosi lewat postingan sosmed, tulislah penawaran seakan-akan Anda sedang ngomong di dalam rapat. Dapat diterima semua orang, tapi fokus.
Bahasa promosi di WA dan di Telegram itu berbeda.
Line penggunanya banyak anak muda, saat promosi banyak-banyak pakai emot.
Selain itu setiap media ada fiturnya.
Jangan disama ratakan
Pelajari fitur-fiturnya.
Di aplikasi messenger, ada Broadcast, di Sosmed ada edge rank, kalau gak paham gunanya. Susah mau jualan disana.
Selain menguasai media promosi. Ada faktor lainnya.
Faktor agar promosi di respon adalah, bagaimana Hubungan kita dengan calon pembeli.
Apakah mereka kenal Anda?
Apakah Anda kenal mereka?
Apakah Anda sering interaksi?
Banyak penjual menomor sekiankan ini.
Ayolah kita kan bukan artis, gak boleh cuek-cuek. Hehe
Interaksilah dengan calon pembeli, empati dengan mereka, berikan mereka manfaat.
Kalau kita hanya promosi dan terus promosi, itu akan membuat mereka kebal dengan penawaran kita.
Interaksi gerbang transaksi.
Keseringan promosi, makin jauh dari transaksi.
Faktor berikutnya agar promosi direspon adalah Cara kita promosi.
Apakah kita promosinya dengan teknik yang tepat?
Apakah kalimat penawaran kita sudah bikin orang “nafsu” untuk beli?
Apakah kita sudah memasukan pemicu agar orang tertarik dengan penawaran kita?
Apakah bahasa iklan kita (copywriting) sudah powerfull?
Bahas ini gak akan selesai-selesai, karena memang cara promosi itu banyak.
Kita perlu belajar dan belajar.
Kemudian yang terakhir, agar promosi kita direspon adalah Sertakan Urgensi.
Kenapa harus beli cepat?
Apakah karena barangnya terbatas, ataukah karena waktu promonya terbatas?
Apakah ada akibatnya kalau gak beli sekarang? Atau apa?
Intinya, selama calon pembeli tidak merasa “terdesak” untuk membeli maka mereka akan terus menunda. Begitu ya.
Jadi, agar promosi kita direspon kita perlu
– menguasai media promosi
– membangun hubungan dengan calon pembeli
– cara promosi haruslah tepat, dan
– ada faktor Urgensinya
Nah, bagaimana dengan promosi yang sudah teman-teman buat ?
Apakah sudah sesuai dengan tips-tips di atas ?
Dinukil dan dirangkum dari https://t.me/BelajarBisnis